Kegiatan Volunteer Campaign
Berdasarkan observasiku, masih banyak yang belum tahu volunteer. Aku juga baru tahunya bulan Agustus 2022. Oleh sebab itu, aku mau bahas selagi sudah berpengalaman.
Disclaimer, ini dari sudut pandang aku. Apabila ada kesalahan boleh taruh komentar biar diperbaiki.
Mulanya aku pikir volunteer itu lowongan pekerjaan yang mengangkat tema perempuan (cukup kocak), jadinya aku langsung pengin mendaftar—terlebih lagi tertarik banget sama feminisme. Sebenarnya familiar sama kata 'volunteer' lantaran pernah beberapa kali lewat fyp oleh kakak-kakak independen. Dan, aku hampir patah semangat karena ngiranya volunteer itu khusus anak kuliah (karena mereka mantan/mahasiswa).
Akhirnya kucoba cari-cari di internet, ternyata volunteer itu, seseorang yang melakukan pekerjaan dan nggak dibayar. Belum pernah lihat artikel secara detil tentang cara ikutnya bagaimana. Aku belajar otodidak, langsung melakukan biar lebih paham sendiri, dan inilah pembahasanku soal volunteer.
Diartikan ke bahasa Indonesia, volunteer itu sukarelawan. Maksudnya, volunteer itu ialah sebuah aktifitas terbentuk dalam organisasi amal/sosial/komunitas yang dilakukan seseorang secara cuma-cuma alias ikhlas. Dibentuknya volunteer itu rata-rata ingin membantu sesama individu untuk mencapai tujuan tertentu.
Kita bisa menemukan volunteer ini dari internet maupun media sosial. Ciri-cirinya, biasanya di bio instagramnya tercetak 'sebuah organisasi yang bergerak di bidang blablabla'. Salah satu postingannya terdapat 'open recruitment batch sekian'. Ini nggak bisa dijadikan patokan, ya.
Untuk mengetahui lebih banyak kalian bisa pantengin akun-akun instagram di bawah ini:
- @idvolunteering
- @idnvolunteer
- @infovolunteer
- @carerpedia
Dengan bergabung suatu komunitas (volunteer), kamu akan mendapat banyak manfaat dan keberkahan. Berkahnya dapat menambah pengetahuan orang lain dan memotivasi mereka untuk menjadi individu yang lebih baik. Sementara kalian akan mendapatkan manfaat; menambah pengetahuan, meningkatkan komunikasi sehingga menciptakan relasi, mengembangkan skill, dan menunjang karirmu, lho!
Kamu bakal dapat benefit dari organisasi/komunitas tersebut berupa: e-sertifikat, relasi dan networking yang luas, surat rekomendasi, mendapatkan pelatihan sesuai divisi, free akses kegiatan organisasi secara keseluruhan, pengalaman dan bisa dimasukkan ke CV, akses Canva premium (divisi design) dan masih banyak lagi.
Kalau bingung mengembangkan keterampilan yang kamu punya di mana, boleh banget join volunteer. Sebab, kalian juga akan saling menguntungkan satu sama lain. Si pihak kegiatan mendapat keuntungan peminat, kamu—seperti yang sudah kusebutkan di atas.
Dan, untuk kamu yang pemula, nggak perlu khawatir, karena volunteer biasanya menerima oknum awam, yang penting kamu ada ambisi buat gabung alias yakin bisa mengembangkan potensimu yang akan disalurkan ke organisasi tersebut.
Tadi, aku sempat nyinggung volunteer khusus anak kuliahan. Itu salah! Volunteer itu bersifat umum (sebagian). Biasanya, ada beberapa posisi yang memang sebaiknya ditangani oleh yang pengetahuannya lebih banyak. Contoh, HRD atau Psikiater atau sebagainya. Jelas, lah, ya, nggak boleh sembarang orang.
Umur minimal untuk gabung volunteer 15 - 24 tahun (nggak menentu, tergantung). Maksimal kamu udah SMA boleh banget gabung. Jujur, aku agak nyesel baru tahu kegiatan ini selulusnya dari sekolah (di usia 18 tahun). Andai tahu lebih awal, maybe, aku sudah punya banyak pengalaman posisi (mengpede). Dan kegiatan ini boleh untuk pelajar, mahasiswa/gap year, maupun yang lagi nganggur macam aku (info lowker, lur ㅋㅋㅋ).
Pekerjaan di volunteer itu beragam. Yang umum itu account officer, partnership, project event, HRD recruitment, sosial media officer, content writer, content creator, copywriting, creative/graphic designer, video editor, dan masih banyak lagi. Tergantung kebutuhan pihak volunteer. Kegiatan yang kamu lakukan di volunteer sesuai dengan posisi yang dilamar.
Kegiatan volunteer dilakukan secara offline dan online—sering disebut WFH (Work From Home) atau (Kerja Dari Rumah). Biasanya mereka akan mencantumkan soal ini di poster rekcruitmen, atau kalau nggak ada kamu bisa tanyakan (usahakan baca terlebih dahulu). Aktifitas volunteer khusus WFH jamnya lebih fleksibel, jadi kamu bisa memanajemen waktu lebih bijak lagi. Juga, biasanya sudah ada jadwal tugasnya masing-masing.
Dan, volunteer ada juga yang dibayar, lho! Namanya volunteer paid.
Syarat bisa masuk volunteer selain umur, yang paling penting kamu harus punya minat dengan bidang organisasi/komunitas volunteer tersebut. Kenapa? Karena pekerjaaan kalian, apalagi divisi content, berkaitan dengan bidangnya. Ibarat kata, jangan salah pilih jurusan! Kalau itu terbukanya bidang feminis, tapi kamu pribadi nggak tahu apa itu namun nekat melamar karena ada posisi yang kamu inginkan (konten tulisan, misalnya), beh—jangan, ya! Risikonya besar.
Untuk mendaftar volunteer kita disuruh melampirkan CV, portofolio (content writer, creator, design, video editor), dan kadang ada juga paper writing. CV itu daftar riwayat hidup dan menceritakan tentang kamu secara singkat, padat, dan jelas. Portofolio lebih ke apa saja hasil pencapaian yang sudah kamu buat (bentuk fisik/visual) dan paper writing!
Aku baru pertama kali ikut volunteer disuruh buat paper writing yang bener-bener nggak aku ketahui macam apa bentuknya. Sekiranya seminggu atau dua minggu aku frustasi mikir dan cari soal itu, tapi hasilnya nggak ada juga. Punya insting agaknya semacam jurnal dan mungkin anak kuliahan lebih tahu. Aku nanya ke teman kerja dulu tapi nggak dibalas sampai sekarang (auto delete kontak!), penderitaanku semakin menjadi.
Sampai akhirnya aku pasrah ke twitter. Awal-awal nggak ada, tapi saat seminggu kemudian ada akun yang memosting nyinggung-nyinggung paper writing, ditambah orang Indonesia. Jadi, ini dia pengertian paper writing untuk yang belum kenalan:
(Terima kasih banyak, Kak! TT)
Berikut contoh CV, portofolio, dan paper writing aku waktu kali pertama gabung volunteer dengan divisi content writer dan lolos screening alias bisa masuk ke tahap wawancara:
- CV
(Bikin di Microsoft dan ubah ke PDF)
-Portofolio
(Bikin di Canva)
- Paper Writing
(bikin di microsoft doc, tp karena filenya ilang aku ngasihnya ss-an dari google drive aja)
Setelah dikirim ke form pendaftaran, kadang, ada yang diarahkan untuk masuk ke sebuah grup WhatsApp. Kalau enggak, nanti lewat email. Fungsinya untuk tahu apakah kamu lolos ke tahap wawancara atau enggak. Kalau sudah lolos, akan diberi jadwal interview (bisa via gmail/zoom), dan itu merupakan tahap akhir penentuan kalian. Untuk yang masih sekolah/bekerja, biasanya boleh ajukan/menentukan jadwal sendiri. Hubungi pihak admin aja.
Sekian penjelasanku soal volunteer. Mungkin aku bakal upload cara membuat CV/porto/paper volunteer di TikTok biar kalian lebih paham. Semoga ini dapat membantu kalian yang baru menyelam ke kegiatan volunteer. Bila ada pertanyaan atau bantuan jangan sungkan buat taruh komentar di blog ini atau dm instagram aku, ya.